Home / Cerita Sex perkosaan / Ceritya Sex Hanny Di Perkosa 3 Pria

Ceritya Sex Hanny Di Perkosa 3 Pria

Aku mempunyai teman cowok di perusahaan swasta tugasnya adalah menemui klien jika ada klien yang minta penjelasan dari penawaran yang kantor berikan, hari Sabtu biasanya telpon sepi tapi pukul 10 pagi tadi ada sebuah telpon dari salah satu clien kami yang ingin menanyakan masalah produk yang kemarin kami tawarkan.

Sekitar jam 11.30 tiba-tiba datang seorang cewek, dia adalah Hanny, kami tahu dia adalah pacarnya Jason. Kami persilahkan Hanny untuk masuk dan menunggu Jason yang sedang ada dinas keluar. Hanny juga bilang kalau memang disuruh Jason untuk menunggu di kantor.

Hanny waktu itu baru pulang dari kantornya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor kami. Kami berempat berbincang-bincang di ruang tengah. Hanny duduk di kursi meja kantor Jason. Hanny mengenakan blazer warna coklat dengan rok span diatas lutut. Cantik.

Dari postur tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipinya. Hanny, 21 tahun, mempunyai tinggi kurang lebih 165 cm, 47 kg dan menggunakan bra ukuran (kira-kira) 34B, dan kulitnya kuning langsat. Dengan wajah layaknya cewek kantoran.

Sekitar jam 12.15 tiba-tiba Jason telepon kantor memberi kabar kalau 2 roda belakang mobil yang dipakai mengalami kebocoran di jalan padahal posisi dia ada di tempat yang jauh dari pemukiman dan belum sampai ke tempat calon klien. Dia mencoba untuk mencari tempat tambal ban di dekat situ. Jason juga sempat bebincang dengan Hanny untuk sabar menunggu.

Kami pun meneruskan perbincangan kami berempat. Dengan bercanda kami juga menggoda Hanny dengan cerita-cerita mengenai hubungan dia dengan Jason. Di luar terlihat mulai mendung. Dan benar saja tidak beberapa lama kemudia turun hujan. Aku mencoba menghubungi HP Jason, dia masih mencari tempat tambal ban dan kehujanan juga. Kami teruskan pembicaraan.

“Hanny, gimana “punya” Jason, gede nggak?”, tanya Temmy menanyakan sesuatu yang membuat merah padam muka Hanny.

“Ah…mas Temmy..tanyanya kok gitu..rahasia dong..”, jawab Hanny malu-malu.

“Gedean mana kalo sama punya Pak Randi..”, tanya Temmy sambil menyebutkan namaku.

“Ah.. Mas Temmy..”, jawab Hanny lagi.

Pembicaraan seperti itu pun terus berlanjut. Kami semakin memojokkan Hanny dengan pertanyaan-pertanyaan menjurus sex. Kami juga tahu kalau Hanny sudah sering berhubungan badan dengan Jason dari cerita Jason sendiri. Dan hal itu pun tidak kami tutupi dalam pertanyaan untuk memojokkan Hanny.

“Eh, kalian berdua jangan “nganggurin” Hanny gitu donk, kasih Hanny “minum” ..!” perintahku kepada Temmy dan Brandon dengan perintah simbolis. Rupanya Temmy dan Brandon tahu apa maksudku.

“Oh iya, sori Hanny, maaf Boss…..!” jawab Brandon sekenanya sambil pura-pura berjalan menuju belakang ,padahal dia berjalan ke arah belakang kursi Hanny dan hal itu tidak disadari Hanny. Diluar hujan semakin deras!

Dengan gerakan kilat Brandon merangkul Hanny dari belakang….

“Gini..,” kata Brandon dengan mendekap erat Hanny.

“Kamu pikir deh Hanny… umurmu baru 21 dan bodymu sexy, ngga kecewa donk kami nyobain kamu” lanjut Brandon semakin erat mendekap Hanny yang meronta dan terkejut mendapat perlakuan seperti itu.

“Ah … apa-apaan ini” teriak Hanny , sehingga tampaklah wajahnya yang ketakutan.

Hal ini semakin membuat kami bertiga jadi horny saja.

Tiba-tiba saja Temmy menarik kaki Hanny.

“Diam…sebentar Hanny..!” perintahku sambil mencoba melepas kancing blazer yang Hanny pakai.

Lalu Temmy dengan terburu buru ikut mencoba melepas rok yang dipakai Hanny dan sambil bicara kepada saya,

“Dah boss ditidurin aja dulu di lantai”.

Hanny semakin meronta dan coba berteriak tapi dekapan tangan Brandon dan Temmy membungkam erat mulut Hanny. Dan teriakan lenyap ditelan suara derasnya hujan.

“Sudah kamu ngga usah melawan, yang penting sekarang kamu santai aja di lantai dan ikutin permainan kami” timpalku.

Permainan apa …..?” tanya Hanny dengan ketakutan.

Tapi kami senang sekali, apalagi saya melihat Hanny seperti ini. Saya jadi tambah horny….

“Ok-ok ..baik..,” kata Hanny tiba-tiba, “Kalian semua sudah tahu kalau aku sering berhubungan badan dengan mas Jason….tapi jangan ceritakan kejadian ini… aku mau melayani permainan kalian…”, kata Hanny membuat kami bertiga terkejut mendengarnya.

Tiba-tiba saja Hanny langsung mendekati saya dan segera menciumi saya di bibir.. Otomatis saya merespon. Lidah kami saling ‘bergerilya’. Kemudian ciuman Hanny berganti ke bibir Brandon, hm.. enaknya pikirku. Dan berganti lagi ke bibir Temmy. Aku jilati leher Hanny, terus dia juga menjilati kuping Temmy.
Tanpa sadar Hanny mendesah, “Ahh, enak, Mas… terus..!”

“Sekarang aku buka baju kamu….! Tapi tangan kamu tetap diam…. boleh pegangan jalJasonl Brandon atau Temmy ..!” kataku.

“Aduh dingin dong..! Masa mau ML saya yang ditenjangi dulu..!” jawab Hanny.

Dengan cepat aku membuka baju Hanny dan langsung aku lempar. Dengan sigapnya Temmy dan Brandon langsung bergerilya di dada Hanny. Dinaikkannya BH Hanny sehingga mereka berdua bisa menggigit kedua puting Hanny.

“Ahh, enak gigitannya….” Hanny mendesah pelan.

Samar-samar saya melihat Hanny sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.

Sekarang tangan saya mencoba mencari buah dada Hanny untuk saya remas-remas.

Brandon dan Temmy segera menuju bagian bawah tubuh Hanny.

“Pokoknya santai saja Hanny…!” kata Brandon sambil menaikkan rok yang dikenakan Hanny.

“Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..!” ujar Temmy sambil bergumam melihat CD yang dipakai Hanny.

“Kamu tahu saja kesukaan kami..!” kata Temmy,

“Dan kamu seksi banget dengan CD warna ini, bikin kita horny….!” kataku.

Dan sekarang Hanny sudah berjongkok untuk dia mulai ber-‘karaoke’.

“Oohh, enak, sedot lagi yang kuat Hanny..!” kata saya sambil mendesah.

Kurang lebih 15 menit Hanny telah ber-‘karaoke’ terhadap pen|s kami bertiga. Kemudian Hanny dengan perlahan melepas sendiri seluruh baju, rok dan pakaian dalamnya.

“Sekarang…sentuh tubuh telanjangku….!” kata Hanny memerintah kami bertiga.

Kesempatan ini tidak kami sia-sia kan. Langsung saja saya rebahkan Hanny di lantai dan saya jilati vaginanya, dan Brandon juga tidak kalah ganasnya menyedot habis kedua putting Hanny sedangkan Temmy melumat habis bibir Hanny. .Samar-samar saya mendengar Hanny mulai mendesah.

Kali ini saya gantian ke buah dada Hanny, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun puting Hanny.

Dan Hanny kemudian bicara,

“Ayo isep… puting saya..!”

“Wah ini saatnya ..!” pikir saya dalam hati.

“Kamu minta diisep puting kamu..!” jawab saya sambil tersenyum.

Saya lihat Bani dan Temmy tersenyum melihat Hanny terkapar pasrah.

Tidak lama setelah saya memainkan buah dada Hanny, saya turun lagi ke vaginanya. Tampaklah bulu-bulu vag|na Hanny yang begitu halus dan dicukur rapih. Dengan sigap saya langsung menghisap vag|na Hanny.

“Ohh.. enakk..! Terus donk Mas..!” sahut Hanny sambil mendesah.

Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.

“Ahh….aku mau keluar,” lirih Hanny

Dan tiba-tiba saja cairan vag|na Hanny keluar diiringin teriakan dari Hanny.

“Mas, kamu kok hebat ….mainin memekku..?” kata Hanny terputus-putus.

Saya hanya tersenyum saja.

“Masukin punya mas…sekarang..!” pinta Hanny.

“Nanti dulu, puting kamu aku isep lagi..!” jawab saya.

Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencangnya secara bergantian, kiri dan kanan.

“Ahh, enakk mas..! Kencang lagi..!” teriak Hanny.

Mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horny, apalagi penisku sudah dari tadi menunggu giliran ‘masuk’. Maka langsung saja saya memasukkan pen|s saya ke vagina Hanny.

“Sempit banget memek Hanny…!” pikir saya dalam hati.

Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya masuk juga pen|s saya ke vag|na Hanny

“memek kamu enak dan sempit ….” kata saya dengan napas yang mulai tidak teratur.
Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Hanny yang sedang merem melek.

Begitu masuk, langsung saya goyangkan. Yang ada hanya suara Hanny yang terus mendesah dan teriak.

“Terus mas… tambah cepet ..!”

Dan sekilas di samping saya tampak Brandon dan Temmy dengan penis mereka sudah menegang.“Sabar …tunggu giliran kalian, sekarang aku beresi dulu memek Hanny ini..!” jawab saya sambil sambil menggoyangkan Hanny.

Brandon dan Temmy hanya menganggukan kepala.

Tidak lama kemudian Hanny minta ganti posisi, kali ini dia mau di atas.

Kami pun berganti posisi.

“Ahh.., enakk.., pen|s mas terasa banget didalam..!” teriak Hanny sambil merem melek.

5 menit kemudian Hanny teriak, “Ahh.., aku keluar lagi..!” dan dia langsung jatuh ke pelukan saya.

Tetapi saya belum keluar. Akhirnya saya ganti dengan gaya dogy.

Kali ini kembali Hanny menjerit, “Terus… mas..!”

Tidak lama kemudian saya merasa kalau saya sudah mau keluar.

“Hanny, mau keluarin dimana..?” tanya saya.

“Di muka saya saja.” jawabnya cepat.

Kemudian, “Croott.., crott..!” sperma saya saya keluarkan di wajah Hanny.

Kemudian Hanny dengan cepat membersihkan pen|s saya, bahkan saya sampai ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya. Saya melihat Brandon dan Temmy meremas pen|s masing-masing dan dia pun melihat Hanny dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama seperti saya.

Tiba-tiba saja Temmy mencium Hanny dengan ganasnya. Secara otomatis Hanny membalasnya. Kemudian ciuman Temmy mulai turun ke leher Hanny dan dada Hanny. Hanny hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Dada Hanny diremas-remas oleh Temmy dan sapuan lidahnya mulai turun ke daerah bawah.

“Hmm.., vag|na kamu bakal aku bikin basah lagi…..!” kata Temmy dengan suara menggoda.

Kemudian tanpa diperintah Temmy segera mencium dan menjilati vag|na Hanny dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan.

“Ahh.. ahh.. ahh.., enak mas..!” timpal Hanny.

Kemudian Brandon tidak mau kalah, segera Brandon raih buah dada Hanny dan segera menghisapnya. Brandon mulai dari putingnya yang kanan, kemudian beralih ke yang kiri, Brandon juga remas-remas buah dada Hanny.

“Yang kencang mas..!” kata Hanny lirih.

Kurang lebih 5 menit Brandon memainkan dada Hanny, kemudian Brandon turun ke vaginanya. Tampaklah vag|na Hanny yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang rapih itu sudah tampak basah.

“Memek kamu sudah basah Hanny.., sudah ngga tahan yach..?” kata Brandon sambil tersenyum.

Hanny hanya menangguk saja tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Kemudian Brandon mendekatkan mulutnya ke depan vag|na Hanny, dan langsung Brandon hisap jilati vag|na Hanny

“Teruss..! Enak…mas!” itulah suara yang terdengar dari mulut Hanny.

Setelah 10 menit Brandon memainkan vag|na Hanny, Brandon melakukan gerakan lebih jauh. Dan dengan segera Brandon memasukkan penisnya ke dalam vag|na Hanny.

“Pelan-pelan….!” kata Hanny.

Brandon hanya tersenyum dan segera mencium Hanny, dan Hanny pun membalasnya dengan penuh semangat.

Bless, seluruh pen|s Brandon kini berada di dalam vagina Hanny. Dan tanpa dikomando lagi Brandon segera bergerak diikuti goyangan pinggul Hanny. Hanny memeluk Brandon begitu eratnya dan Brandon memperhatikan wajah Hanny yang sedang merem melek seakan-akan tidak ingin berhenti memperoleh kenikmatan. 5 menit kemudian Hanny ingin berganti posisi.

“Gantian dogy …!” pinta Hanny

Brandon turuti saja kemauan Hanny.

“Bless, bless.., bless..!” sedikit terdengar suara pen|s dan vagina yang sedang berlomba, karena vag|na Hanny sudah basah dan menurut Brandon, Hanny tidak lama lagi akan keluar.

Dan benar saja dugaan Brandon, tiba-tiba saja Hanny teriak,

“Ah.., ahh.., ahh.., aku keluar..!”

Kemudian Hanny langsung jatuh lemas dengan posisi telungkup, sementara pen|s Brandon masih tertancap dalam vag|na Hanny. Brandon segera menggerakkan penisnya supaya dapat juga segera keluar. Tidak lama Brandon terasa ingin keluar.

“Keluarin di mana Hanny..?” tanya Brandon.

Baca Juga Cerita Seks “Di dalam …..!” jawab Hanny dengan suara yang terbata-bata.

Lalu, “Crott, crott..!” pen|s Brandon segera mengeluarkan semburan spermanya.

“Ahh..!” Brandon bersuara dengan keras, “Enak….!” lanjut Brandon.

Kemudian Brandon langsung rebah di sebelah kanan Hanny, sementara Temmy tersenyum memperhatikan mereka berdua karena belum mencicipi Hanny.

“Wah capek kamu Hanny..?” tanya Temmy.

Hanny yang sudah lemas hanya dapat tersenyum.

Setelah istirahat beberapa menit, Hanny melanjutkan meladeni permainan Temmy.

Tanpa terasa hampir 3 jam kami menikmati tubuh Hanny. Setelah selesai kira-kira setengah jam sebelum jam 4 sore Jason datang.

Kami hanya tersenyum melihat Jason mencium pipi Hanny dengan sayang.

About admin

Check Also

Cerita Sex Kunikmati Perkosaan Terhadap Diriku

Aku adalah wanita berumur 25 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yang terletak di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *