Home / Cerita Sex Sedarah / Cerita Sex Bermain Mesum Sama Adik Kandungku

Cerita Sex Bermain Mesum Sama Adik Kandungku

Saya Iwan sudah mempunyai anak yang masih diumur 8 dan 5 tahun , saya masih mempunyai adik yang belum menikah walau umurnya sudah 28 tahun namanya Ambar sejak kecil dia ikut dengan saya dan istri saya karena , sewaktu saya kelas SMA kedua orangtuaku meninggal dunia, saya dan istriku sama sama hyper sex hubungan sex kami juga lancar kadang satu hari harus wajib melakukan hubungan intim.

Hinggak suatu waktu saya di fonis lumpuh pada kaki oleh dokter sesudah saya mengalami kecelakaan tabrak lari, hari-hariku kulalui diatas kursi roda, saya di berhentikan oleh perusahaan tempatku bekerja dengan alasan efisiensi karna saya dinilai sudah tak dapat optimal lagi dalam menjalankan pekerjaan, 3 bulan istriku merawatku, sering saya di mandikan oleh istriku, tapi meski saya lumpuh hasrat sex ku masih sangat tinggi, cuma saja saya mengalami ejakulasi dini.

Dengan kondisi yang lumpuh biasanya saya bersetubuh dengan istriku dalam posisi terlentang, istriku mengambil posisi di atas kadang tengkurap atau duduk di atasku, saya cuma diam dengan senjata yang tegang istriku yang beraksi memaju mundurkanya,

Saya dapat bertahan cuma kurang dari 30 detik, istriku sering bilang kalau ia belum orgasme & ia sangat mendambakan itu seprti dahulu lagi, makin lama intensitas sex kami semakin berkurang sebab ketak puasan istriku, akupun mencoba memahaminya.

menginjak bulan ke 4 tabunganku menipis, sudah banyak yang ku keluarkan untuk biaya berobat, istriku mulai mencari pekerjaan & di terima di perusahaan swasta, sedangkan adiku putus kuliah sebab tak ada lagi yang membiayai,

Adiku pun berusaha mencari pekerjaan tapi belum jugak mendapatkan, untuk sementara adiku mengambil alih tugas istriku mengurus saya & 3 keponakanya, sejak saat itu smua kebutuhan keluargaku mutlak di penuhi oleh istriku.

Semakin hari istriku semakin sibuk dengan pekerjaanya tak jarang ia pulang larut malam, pertengkaran- pertengkaran pun mulai mewarnai kehidupan rumah tanggak kami, meski hasrat sexku masih tinggi saya sudah tak melakukanya lagi, saya berusaha meredam hasrat itu meski kadang saya tak dapat tidur hinggak pagi.

Pernah suatu ketika saat saya di mandikan oleh adiku saya sedang berhasrat hinggak celana pendeku menggelembung sebab senjataku yang tegang tapi adiku entah pura2 atau memang tak menyadari hinggak tak memperdulikan kondisi celanaku, saya memang selalu memakai celana pendek tanpa cd kalau sedang di mandikan,

Apalagi saya melihat pemandangan di depanku saat itu adiku mengenakan kaos putih hinggak saat terkena percikan air menjadi makin transparan hinggak terlihat jelas bentuk toketnya meski masih terbugkus bra, yang makin membuatku bergairah pada saat ia menyabuni kakiku saya melihat jelas di depan mataku dua buah gunung dengan bra warna hitam dari sela kerah kausnya,

sesekali adiku tak sengaja menyentuh senjataku hinggak membut detak jantungku makin cepat, tapi mengingat ia adik kandungku saya menahan hasrat itu, adiku pernah bilang kalau ia sagat menyayangi aku, apapun akan ia lakukan untuk membahagiakan saya selama ia mampu, dalam hatiku bertanya

“bagaimana dengan sex..?”dapatkah ia mengabulkanya.. ? ah sudahlah”, saya mencoba buang jauh-jauh pikiran itu.

Suatu hari adiku bercerita kalau ia melihat istriku di sebuah mall dengan seorang laki-laki, sejak saat itu timbul kecurigaanku & akupun memerintahkan adiku untuk menyelidikinya, ternyata menurut penyelidikan yang adiku lakukan istriku selingkuh dengan rekan kerjanya,

Saya sangat marah rasanya sakit sekali hati ini, saya merasa hargak diriku di injak-injak, kemudian terjadilah pertengkaran besar antara saya & istriku pada suatu malam ketika istriku baru pulang, untunglah semua anak2ku sudahh tertidur, adiku yang melihat pertengkaran itu cuma dapat menangis.

Aku mulai enggan untuk tidur sekamar dengan istriku, terkadang saya tidur di sofa, atau di kamar anak-anak, meski hubungan antara kami sudah kacau tak pernah sekalipun istriku meminta cerai, dengan kondisi keluargak yang seperti itu saya tak berdaya,

Ingin sekali rasanya untuk menceraikanya tapi dengan kondisiku yang seperti ini apa mungkin saya dapat melanjutkan hidupku sedangakan semua kebutuhan keluargak istrikulah yang menanggungnya, saya merasa sangat terpuruk sekali, merasa hidupku sudah tak berarti lagi, meski ia tau adiku yang menceritakan hubungan gelapnya ia tak marah dengan adiku, sikapnya tak berubah tetap seperti tak terjadi masalah.

Suatu pagi saat saya bangun tidur dengan kontolku yang berdiri, saya bingung harus kemana melampiaskan hasratku dengan istriku tak mungkin mengingat kondisi hubungan kami lagipula ia sudah berangkat bekerja, lalu saya teringat adiku dalam hatiku berkata

“mungkinkah ia mau melakukanya?” akhirnya akupun nekat menyusun rencana, saya menghampiri adiku yang sedang memakaikan baju si bungsu,

“Ambar.. mas mau mandi tolong kamu mandiin mas ya!”

“Baik mas, sebentar lagi si dede sudah mau selesai.”

Sebenarnya saya tak selalu di mandikan cuma terkadang saja kalau saya sedang malas, adiku benar-benar sangat menyayangiku, sesudah selesai merapikan handuk bekas si bungsu adiku langsung menghampiriku & mendorong kursi rodaku sampa di kamar mandi,

Biasanya kalau saya sedang di mandikan kamar mandi tak pernah di tutup sebab saya memang tak bugil cuma mengenakan celana pendek tanpa cd, tapi pada saat itu saya sudah merencanakan sesuatu.

“Mbar tolong pintunya di tutup!”

“Baik mas’’

Tanpa bertanya apa-apa Ambar menuruti perintahku, sebelum ia selesai menutup pintu saya kembali bicara.

“Sekalian di kunci Mbar!’’

Ambarpun menguncinya.

Saat ia sedang menyabuniku saya memberanikan diri untuk bicara.

“Ambar… kamu pernah bilang kalau kamu sayang mas, & kamu mau melakukan apa saja demi membahagiakan mas”

“Iya mas.. selama Ambar mampu, Ambar mau melakukan apa saja asal mas bahagia, Ambar Cuma punya mas di dunia ini, & selama orang tua kita meninggal dunia maslah yang mngurus saya & membiayaiku sekolah, makanya Ambar sayang sekali sama mas, Ambar gak mau kehilangan keluargak satu-satunya”

“tapi kan kamu saat ini sudah putus kuliah”

“Ambar sangat mengerti keadaan mas, Ambar gak mau jadi beban saat mas susah & saat keluargak ini sedang di ambang kehancuran”

Saya berpikir sejenak, lalu.

“Ambar, kamu tau kan selama beberapa bulan ini mas sudah tak sekamar lagi dengan susan”

“ya mas Ambar tau”

“Berarti Ambar tau kan kalau kebutuhan biologis mas tak terpenuhi?’’

“tau mas”

“Tolong Ambar bukakan celana mas!’’

Ambar memandangku sebentar, & langsung membukakan celanaku.

Posisiku duduk di kursi baso yang sengaja di siapkan utk saya mandi, sehinggak adiku agak kesulitan membukakanya, sesudah terbuka terlihat kontolku yang dari tadi sudah berdiri, adiku tak berani memandang kontolku, ia cuma menunduk.

“Ambar.. tolong sabuni itu’’

Sambil saya menunjuk ke arah kontolku, & Ambar pun menyabuni tanpa melihat kearah kontolku, sentuhan tanganya membuatku semakin bergairah seperti ada aliran listrik yang yang mengaliri seluruh badanku.

“Di kocok dong Ambar, mas sudah lama gak merasakan”

“iya mas”

Ambar pun mengocok kontolku hinggak setengah menit kemudian cairanku keluar membasahi muka adiku, sangat banyak sekali mungkin sebab saya sudah lama tak ml, saya merasakan sensasi yang luar biasa sekali.

“maafkan mas Ambar”

“iya mas gak apa-apa Ambar rela, asal mas senang”

Pada sore harinya saya kembali meminta adiku untuk memandikanku, & seperti yang tadi pagi saya memerintahkan Ambar untuk mengunci kamar mandi & membukakan celanaku.

“Ambar.. kamu mau mengulum punya mas?”

“mau mas”

Dan Ambarpun memegang kontolku & memasukanya kedalam mulutnya, mau tak mau Ambar melihat kontolku, dengan lembut Ambar memainkan kontolku dengan lidahnya, tanpa ku dugak perlahan Ambar terlihat bernapsu, & akupun makin bergairah.

“Buka aja kaos kamu Ambar”

Ambar membuka kaosnya & tanpa kudugak ia pun membuka branya, saya sangat terkejut sekali melihat dua buah dada yang indah milik adiku, sayapun langsung menarik tanganya & melumat kedua buah dada adiku, sesudah saya selesai bermain dengan buah dada Ambar melanjutkan mengulum kontolku dengan penuh gairah, satu menit kemudian keluarlah pejuhku di dalam mulut adiku, saya melihat adiku tak memuntahkanya.

“kamu telan pejuh mas ya?’’

“iya mas”

“memang tak jijik?’’

“nggak mas, kata orang pejuh itu sehat”

Kembali saya merasakan sensasinya pejuhku di telan oleh adik kandungku, sangat luar biasa.

Semakin hari permainan terlarangku dengan adik kandungku semakin meningkat , tanpa ada seorangpun yang tau skandal itu, adiku mulai berani bugil tanpa busana kalau sedang memandikan aku, & akupun tak menyia2kanya dengan melumat vagina punya adiku, terlihat sekali begitu bergairahnya adiku melakukanya,dan terlihat sangat menikmatinya,

Biasanya ia duduk di atas bak mandi & saya duduk di kursi yang posiisinya lebih rendah dari kamar mandi hinggak memudahkan saya untuk mempermainkan vagina milik adiku, akupun tak mau melewatkan sensasi menelan cairan adiku, sekali lagi sangat luar biasa sensasinya.

Kebiasaan istriku pulang malam masih berlanjut, hinggak pada suatu malam saya tak dapat tidur & merasa bergairah sekali, anak anak sudah terlelap tidur, saya lihat Ambar sedang menonton tivi, saya pun berjalan dengan kursi rodaku menghampirinya, Ambar menoleh ke arahku & bertanya.

“Kenapa mas, ko belum tidur?’’

“badanku pegel-pegel Ambar, kamu mau memijit mas?’’

Ambar pun menghampiriku & memijit pundaku

“Kita ke kamar kamu saja, mas mau sambil tiduran”

Ambarpun mendorong kursi rodaku, menuju kamarnya, sesudah saya di baringkan Ambar mulai memijitku tanpa sungkan-sungkan Ambar memijit seluruh badanku, saya dalam posisi telanjang badan, cuma memakai celana pendek tanpa cd seperti biasanya.

“Ambar bukai celana mas dong!’’

Sepertinya Ambar mengerti arah pembicaraanku.

“Baik mas, Ambar mau mengunci pintu dulu”.

Sesudah kembali dari mengunci pintu diapun langsung membuka celanaku & langsung mempermainkan barangku yang sudah tegang, dengan lembut ia mengulum kontolku, tak lama kemudaian Ambar membuka baju, bra, & celananya, terlihatlah tubuh indah adiku tanpa busana,

Kami berciuman mesra bagaikan sepasang suami istri posisiku di bawah & Ambar menindihku, sesudah itu saya melumat buah dada adiku, desahan demi desahan terlontar dari mulut adiku yang semakin membuatku bergairah,

kemudian kami merubah posisi menjadi 69, vagina adiku saya perlakukan dengan lembut menggunakan lidahku hinggak saat ku hisap klitorisnya adiku menggelinjang menikamati permainanku, permainan adiku pun tak kalah hebatnya di kulumnya dalam-dalam batang kemaluanku hinggak mulutnya penuh,

Tak lama kemudian pejuhku keluar & kembali di telan adiku, sesat kami saling terdiam, tak lama kemudian adiku kembali mengocok kemaluanku meski saat itu masih belum tegang, dengan perlahan adiku berusaha membangunkan kemaluanku,

hinggak akhirnya kemaluanku berhasil tegang lagi, kami pun memulai permainan ronde kedua, saat kami sedang posisi 69 tiba-tiba adiku bangkit & duduk di atas kemaluanku ia gesek2an vagina nya dengan mr p ku, rupanya ia sangat bergairah hinggak ia berusaha memasukan batang kemaluanku kearah vaginanya,

Aku terkejut tapi merasakan sensasi yang luar biasa saat ujung kemaluanku baru masuk sedikit ke dalam lubang vaginanya, ia mendesah & sedikit teriak, mungkin ia merasakan sakit hinggak membatalkan untuk memasukanya lebih dalam,

Saya yang sudah di puncak birahi langsung menarik kembali pinggang adiku menekanya kebawah secara berulang-ulang hinggak perlahan lahan masuklah seluruh batang kemaluanku menembus vaginanya, terasa sangat sempit sekali, dengan perlahan adiku menaik turunkan pinggangnya, dalam hatiku berkata

“ah.. kenikmatan yang luar biasa kembali saya dapatkan dari adiku tercinta”

Adiku terus menggoyangkan bokongnya, terdengar rintihan2 keci keluar dari mulutnya, saya cuma dapat menikmatinya tanpa dapat mengimbangi permainan adiku yang sangat erotis, sesudah 2 menit saya merasakan kemaluanku ingin meledak, & keluarlah pejuhku di dalam liang vagina adiku

Tapi adiku trus menggoyangkan bokongnya, saya meraskan ngilu pada kemaluanku, rupanya ia belum orgasme & ketika kontolku sudah menciut baru ia mencabutnya, kembali saya merasa bersalah terhadap adiku.

“Maafkan masmu Ambar”

“Gak papa mas Ambar senang ko melakuknya, Ambar senang melihat mas bahagia, tapi mas…”

“Tapi kenapa Ambar?’’

“Tapi.. Ambar belum keluar”

“Oo….kalu begitu sini mas jilat aja”

Ambarpun menyodorkan vaginanya ke mulutku, saya terkejut melihat ada noda darah di vagianya.

“Ambar..kamu masih perawan?’’

“iya mas”

“Ambar belum pernah ml sama pacar Ambar?’’

“Belum, lagian Ambar sekarang sedang tak punya pacar, dahulu waktu punya pacar Ambar jagak betul-betul keprawanan Ambar, Ambar cuma mau menyerahkan keprawanan Ambar sama orang yang seprti mas, Ambar sangat mengidolakan laki-laki seperti mas, tapi sejauh ini Ambar belum menemukanya”

Akupun melanjutkan melumat vagina adiku meski ada sedikit noda darah saya tak memperdulikanya, selang beberapa menit kemudan adiku mengejang, & kurasakan vagina adiku banjir saya segera membersihkanya dengan lidahku, & menelanya habis.

Kamipun lemas terdiam, adiku masih bugil & berbaring di sampingku sambil memeluku

“mas… sejak mas lumpuh Ambar sangat sedih sekali, apalagi melihat dari hari kehari mas tak ada perubahan, sebenarnya Ambar dari dahulu mau ngomong cumin takut mas tersinggung”

“Mau ngomong apa Ambar?”

“Menurutku mas terlalu malas untuk berlatih berjalan, & melakukan sesuatu yang dapat melatih kaki mas supaya dapat normal kembali”

“Entahlah Ambar mas sudah merasa putus asa sekali kalu tak mengingat kamu & keponakan2mu”

“Bangkitlah mas, ma situ masih muda masih dapat melanjutkan hidup normal, Ambar siap membantu untuk melatih mas berjalan atau melakuakan sesuatu yang dapat membuat mas normal”

“Baiklah Ambar mulai besok mas akan berlatih, tapi kamu bantu mas ya!”

“Nah gitu dong mas, Ambar siap membantu mas melatih semuanya hinggak melatih itunya supaya gak cepet keluar “

Ambar menunjuk batang kemalunku yang sedang tertidur, akupun tersenyum sambl mencubit hidungnya, & Ambar memakaikan bajuku kembali sesudah ia jugak selesai memakai bajunya, Ambar pun mengantarku ke kamar anak2, sebelum meninggalkanku ia mengecup pipiku.

Hari-haripun berlalu dengan telatenya Ambar melatihku berjalan, banyak motifasi2 yang ia lontarkan terhadapku berusaha membangkitkan gairah hidupku, saya merasakan nyaman sekali bila ada di sisi adiku, ia begitu dewasa sangat jauh dari dugaanku yang selalu mengnggap ia adalah si kecil yang lucu & manja,

Hubungan ranjangpun terus berlanjut, Ambar memutuskan untuk suntik KB supaya tak hamil, ia sudah bagaikan istriku, saat anak-anak libur sekolah ia mengajaku jalan ke Mall bersama anak2ku, istriku tak mencurigainya ia beranggapan itu hanyalah hubungan biasa antara kakak & adiknya.

Menginjak tahun ke 3 kondisiku mula pulih saya sudah dapat berjalan dengan tongkat, permainan sexku pun perlahan pulih hampir dapat seperti semula, sementara komunikasiku dengan istriku cuma lewat adiku,

Istriku kalau mau menyampaikan sesuatu lewat adiku.lalu saya memutuskan untuk buka usaha dengan membuka toko kecil di depan rumahku dengan bantuan adiku, semua modal dari istriku adikulah yang menyampaikan rencana kami untuk membuka toko, istrikupun menyanggupinya.

Sesudah usaha kami berjalan satu setengahtahun toko kami mengalami kemajuan hinggak toko kami di perbesar, & akupun sudah dapat berjalan normal meski terkadang masih terasa ada yang sakit di kakiku, adiku bercerita kalu ia sudah punya pacar & akan segera menikah,

Pacarnya adalah teman masa sma dahulu yang memang sudah lama naksir adiku, tapi adiku selalu menolaknya sebab pemuda ituterlihat cupu, tapi sesudah sekian lama tak bertemu ternyata pemuda itu sudah berubah menjadi lebih macho & sudah menjadi sarjana , ia sudah bekerja di sebuah perusahaan oil&gas swasta dengan posisi yang lumayan, saya bahagia akhirnya adiku sudah menemukan jodohnya,

About admin

Check Also

Cerita Sex Kecanduan Bercinta Sama Adik Kandung

Nama Gw dian, gw mahasiswi ekonomi Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yang lalu, saat diterima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *