Home / Cerita Sex Pelajar / Cerita Sex Memekku Kangen di Masuki Burung

Cerita Sex Memekku Kangen di Masuki Burung

Sudah lama sekali liang wanitaku tak di masuki oleh batang batang pemuas, kurang lebih 3 bulan sehabis putus dari pacarku lubangku lama tak terpakai, dan kali ini saya mendapat pengalaman dimana depan rumahku sering kedatangn bocah bocah yang masih mengenakan seragam sekolah, tapat di hari sabut saat di rumah saya sedang sendirian gak ada kegiatan.

Saya langsung mengambil dvd film bokep dan sambil santai melihat di sofa karena memang rumah sedang sepi adikku laki juga tak ada di rumah, dalam film tersebut terlihat burung muda sedang memuaskan hasrat sex kepada wanita yang seumuran denganku, dari situ hasratku bergejolak dan ingin mencari burung muda seperti di film bokep tersebut.

Kamar tidurku mempunyai jendela yg berhadapan langsung dengan halaman luar. Setelah merebahkan badanku beberapa lama, ternyata mata ini tak mau terpejam.tiba2 terdengar suara berisik dari halaman depan rumahku.

Saya bangkit & melihat keluar. Kulihat ada anak berusia berseragam SMP sedang berusaha untuk memetik buah di depan rumahku. Tentu saja saya sebagai pemilik rumah tak senang perilaku anak-anak tersebut. Bergegas saya keluar dari kamar.

Seraya berkacak pinggang saya berteriak pada mereka “Dik, jangan dipetik dahulu nanti kalau telah masak pasti Kakak kasih deh…!”

Tentu saja dia kaget & ketakutan karena tak menygka kalau ada orang yg melihat perbuatan mereka. anak itu menundukkan wajahnya karena menyesal. Saya yg tadi hendak marah akhirnya merasa iba.

“Nggak apa-apa kok Dik, Kakak cuma minta buahnya jangan dipetik dahulu. Kan masih belum matang benar… Nanti kalau adik sakit perut gimana coba?” saya mencoba menghibur.

Dia pun mulai berani mengangkat wajah. Dari penampilan mereka kelihatan bahwa ia anak kurang mampu. Melihat wajah nya yg tertunduk & menyesal akhirnya saya ia ke dalam rumah, untuk ikut menonton TV denganku di ruang keluarga.

Saya tanya kenapa pada jam-jam belajar kau kok ada di luar sekolah. Ternyata ia bolos dari sekolah karena sedang bosan belajar. Setelah mendapat penjelasan nya, saya menasehati supaya dia jangan membolos dari sekolah lagi. dia cuma menganggukan kepala saja.

Kemudian saya tinggal dia sebentar mereka ke dapur untuk mengambilkan minuman. Lumayan juga pikirku, saya jadi ada teman untuk ngobrol. Dari obrolanku dengan dia, ternyata usia keduanya masih 14 tahun, & baru saja masuk SMP. Walaupun baru masuk SMP, ternyata rupanya telah sering bolos dari sekolah. Saya menanyakan namanya, ia bernama fauzi ia berkulit putih & tingginya tak sampai sepundakku kira2 kalau saya berdiri sejajar dengannya ia cuma sebatas dadaku saja tingginya.

Dikala ngobrol dengannya tiba2 saya teringat sama film yg baru saja saya tonton tadi & saya sangat ingin mencobanya rupanya fauzi sering mencuri pandang ke bagian dadaku. saya baru sadar bahwa di dalam kaos warna krem-ku, saya tak memakai Bra, sehingga puting coklatku terlihat jelas.

Saya berpikir, biar masih kecil, namanya laki-laki itu sama saja.Kemudian saya mempunyai pikiran yg lebih gila lagi untuk menggoda Fauzi, saya sengaja meregangkan tanganku ke belakang sehingga putingku pasti terlihat semakin jelas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah tingkah.

“Hayoo..!! lagi ngeliatin apa!?” saya pura-pura mengagetkan fauzi.

Tentu saja ini sangat membuat fauzi menjadi semakin salah tingkah.

“Ng.. gak.. kok.. Kak Yuni…” fauzi membela diri.

“I.. Itu acara TV bagus Kak Yuni” dia menambahkan.

“Nggak apa-apa kok. Kakak ngerti kau sedang melihat ke dada Kakak kan?Ayo ngaku aja deh…” saya mencoba mendesak fauzi.

“Eeee.. A-Anu Kak Yuni…” dia nampak akan mengatakan sesuatu.

Namun belum lagi selesai kalimat yg diucapkannya, saya kembali menimpali “Ibu kau kan juga punya, dahulu kau kan sering nyusu dari Ibumu”

“I.. Iya Kak Yuni” fauzi menjawab.

“Tapi sekarang kami kan telah nggak nyusu lagi. Lagi pula kau juga udah lupa gimana rasanya nyusu…” nampaknya fauzi telah mampu menguasai keadaannya.

“Terus maksud kau bagaimana Zi?” saya menanyakan.

“Kami pengen deh liat teteknya Kak Yuni” katanya semakin berani.

Kata-kata tersebut membuat saya berpikiran lebih gila lagi. Gairahku yg semakin meninggi telah mengalahkan norma-norma yg ada, saya telah kehilangan kendali bahwa yg ada di depanku adalah anak-anak polos yg masih bersih pikirannya. saya kemudian menatap wajah mereka semakin serius.

“fauzi kau mungkin sekarang telah nggak nyusu lagi karena kamju telah besar. Tapi boleh kok…” saya berkata.

Tentu saja kata-kataku ini membuatnya penasaran.

“Boleh ngapain Kak Yuni?” Tanya fauzi seakan2 tak sabar.

“Boleh nyusu sama Kakak, kau mau nggak..?” tanyaku walau sebenarnya saya sangat tau jawaban mereka.

“Ee.. ma.. u…!!” jawabnya.

Jawaban fauzi membuat saya semakin bergairah & terangsang. saya berpikiran hari ini saya akan mendapatkan sensasi dari anak ini. saya memang telah pernah merasakan kenikmatan juga dari dua anak jalanan, yg saya telah ceritakan sebelumnya.

Karena itu, saya ingin kembali merasakan sensasi seperti itu. saya mendekati fauzi, kemudian dengan agak tergesa saya melepaskan kaos bagian atasku sehingga kini bagian atas tubuhku telah tak tertutup apa-apa lagi. Mata mereka melotot memandangi toketku. Tampaknya mereka bingung apa yg harus mereka lakukan.

“Ayo dimulai. Kok malah bengong sih?” saya menyadarkan fauzi

Kemudian tangan-tangan nya mulai menggeraygi toketku. saya menjadi geli melihat tingkah fauzi.

Birahiku semakin meninggi, lalu fauzi mulai mendekatkan bibirnya ke putingku, & tangannya mulai membelai sambil dipilin-pilin putingku. Betapa seakan perasaanku melayg ke awan, nafasku menjadi tersengal. Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak sambil menekan kepala fauzi agar lebih dalam lagi menikmati toketku.

fauzi semakin menikmati mainan mereka saya semakin terhanyut, saya ingin lebih dari cuma ini. saya semakin lupa.

Dikala baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba fauzi melepaskan isapannya sambil berkata “Kak Yuni kok nggak keluar air susunya?”

Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya “Kakak kan belum nikah, terus belum punya anak. Jadi belum keluar air susunya…”

“Oh gitu ya Kak…?” fauzi langsung mengerti.

“fauzi .. Ber.. henti dahulu…” saya meminta.

“Ada apa Kak Yuni?” ia bertanya.

“Kita ke kamar saja yuk! Di sini posisinya nggak enak” jawabku.

Kemudian saya berdiri menuju ke kamarku. Tentu saja mata fauzi menatap tubuhku yg cuma ditutupi oleh celana pendek ketatku.

“Ayo ikut Kakak…” saya mengajak.

Seperti kerbau dicocok hidungnya fauzi mengikuti diriku. Sampai di dalam kamar saya duduk di sisi ranjang.

“fauzi .. lepas saja seragam kau…” pintaku.

“Tapi Kak Yuni…” fauzi masih agak ragu.

“Sudahlah turuti saja…” saya menyahut.

Dengan malu-malu ia mulai melepas baju & celana seragam mereka. Tampaklah penis dari anak itu telah tampak tegang perkiraanku 14 cm gila juga walau masih kecil tapi telah punya penis sepanjang itu pasti saya akan puas kata yuni dalam hati.

Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh sama sekali, melihat pemandangan ini libidoku semakin naik tinggi.

“Kak Yuni curang!” fauzi berkata.

“Curang bagaimana?” saya bertanya.

“Kak Yuni nggak melepas celananya!?” fauzi menjawab.

Gila anak ini, cepat sekali dewasanya. saya tersenyum, kemudian bangkit dari dudukku. Celana pendek berikut celana dalamku saya lepaskan. Sekarang kami bertiga telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Tatapan mereka tertuju pada benda yg ada dibawah pusarku. Vaginaku yg masih rapat & tanpa ditumbuhi bulu menarik perhatiannya.

Saya duduk kembali di ranjang lalu menaikkan kakiku & mengangkangkannya. Vaginaku terbuka lebar & tentu saja terlihat isi-isinya. Fauzi mulai mendekat & melihat vaginaku dengan wajah penasaran.

“Ini namanya vagina, lain dengan punya kalian…” saya menerangkan ke fauzi layaknya seorang guru biolfauzi.

“kau lahir dari sini…” saya melanjutkan.

Tangan fauzi mulai mengelus-elus bibir vaginaku. Sentuhan ini nikmat sekali. Jarinya mulai dimasuk ke lobang vaginaku & bermain-main di dalamnya. Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang vaginaku.

“Aaa.. duh… Eee.. nak.. sekali! Nik.. mat… Terr.. us…” saya merintih.

Anak ini agak lama memainkan vaginaku. Sungguh ia memberiku kenikmatan yg hebat. saya cuma bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata cuma rintihan & nafas yg tersengal-sengal.

Akhirnya saya mendorong fauzi saya bangkit & menghampiri nya yg berdiri di tepi ranjang.

Aku berjongkok dihadapan fauzi sambil tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada penis fauzi. saya mendekatkan wajahku pada penis fauzi, kemudian saya kulum & jilati kepala penis ini. Tampak kedua lututnya tergetar. saya masukkan seluruh batang penis itu kedalam mulutku & saya membuat gerakan maju mundur. Tangan Ai mencengkeram erat kepalaku..

“Kak Yuni.. Akuuu.. ma.. u.. ken.. cing…” fauzi merintih.

Tampaknya anak ini akan orgasme, tentu saya tak akan membiarkan hal ini terjadi karena saya masih ingin permainan ini berlanjut.kemudian saya bangkit & naik ke atas ranjang lalu saya kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga vaginaku terbuka lebar.

fauzi naik ke atas ranjang & mengangkangiku tampak penis yg tegang mengkilat siap menusuk lubang vagina wanita yg pantas menjadi kakaknya. saya tuntun penis fauzi masuk ke lubang kenikmatanku. saya membiarkan pria muda ini melepas keperjakaannya oleh vaginaku. & ‘bless’, batang penis Zi amblas ke dalam vaginaku.

“Aaaah Zi…” saya mendesis.

“Masukkan.. Le.. bih.. da.. lam lagi.. & genjot..” saya memberi perintah.

“Iyaaaa.. Kak Yuni!! Eee.. naak.. bangeeeettt…” fauzi berkata.

Aku cuma bisa mendesah sambil menggigit bibir bagian bawahku. Tampaknya Zi cepat memahami perkataanku dia memompa wanita yg lebih dewasa yg ada dibawahnya dengan seksama. Genjotannya semakin lama semakin cepat.

Adi yg menunggu giliran cuma tertegun dengan permainan kami. Genjotan Zi kian cepat saya imbangi dengan goyganku. & tampaknya hal ini membuat Zi tak kuat lagi menahan sperma yg akan keluar.

Dan akhirnya “Akuuu.. mau.. ken.. cing.. la.. gi! Udah gak.. ta.. han.. la.. gi..” fauzi setengah berteriak.

Kakiku saya lipat menahan pantat fauzi. Dia merangkul erat tubuhku & ‘creet.. creet…’ cairan hangat membanjiri liang kewanitaanku. fauzi terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar dari sekujur tubuhnya.

“Enaaaak bangeettt Kak….” fauzi berkata penuh kepuasan.

Lubang vaginaku terasa hangat setelah diisi sperma anak ini. Walaupun saya belum sempat orgasme, namun sensasi yg saya dapatkan cukup membuat saya puas. saya bangkit & berjalan ke dapur tanpa berpakaian untuk membuatkan sirup dingin, agar tenaga mereka pulih. Setelah berpakaian & selesai minum mereka minta ijin untuk pulang.

“fauzi kau boleh pulang tapi jangan cerita kepada siapa-siapa tentang semua ini,ini no hp kakak kau boleh minta lagi kapan saja asal waktu & tempat memungkinkan…” saya berkata kemudian mencium bibir anak itu.

“Iya Kak…!” sahut mereka hampir bersamaan.

Setelah mereka pergi, satu sisi diriku bertanya-tanya, mengapa saya bisa bertindak seperti ini. Namun sisi lain diriku merasa puas karena berhasil menggoda anak yg masih polos. saya juga sangat menikmati menggunakan tubuhku untuk merangsang & menguasai kedua anak tersebut. saya juga senang bisa membuatnya lepas kendali & jatuh dalam pelukan birahi.

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *