Home / Cerita Sex Ngentot / Cerita Sex Hilang Perjaka Saat Menjaga Warnet

Cerita Sex Hilang Perjaka Saat Menjaga Warnet

Kejadian ini berlangusng kira kira akhir tahun 2000an dimana pada waktu itu saya masih kuliah untuk menambah uang saku jajan aku ikut menjaga warnet milik anak teman ibuku, biasanya saya ngesift seringnya mulai malam jam 6 sampai pagi, tapi gak setiap hari kadang pula bergantian sama temanku satunya.

Pada waktu itu saya harus menjaga warnet sendirian karena teman saya ijin buat jalan sama doinya, tinggallah saya sendiri yang menjaga warnet, yang heran, tumben warnet sepi banget (padahal tahun2 segitu ketika orang jarang punya modem sendiri, warnet ndak pernah sepi lho). Jadinya saya santai-santai sambil browsing materi kuliah, sambil slonjor-slonjor dan nyamil kacang.

Sekitar jam 9 ada suara motor berhenti diluar. Hah, akhirnya ada pengunjung juga. Pintu kemudian dibuka, Nampak cewek masuk,

bodynya tinggi , wajahnya imut sih, rambut potong pendek dan pake jaket dan celana panjang.

“Mau nge-net ada mas?” tanyanya.

“Oh, silahkan mbak…, kosong kok. Bebas milih mana saja.” Jawabku ramah sambil melihat wajah imut tersebut.

“Makasih mas, saya dipojok situ aja” ia lalu menuju bilik yang pojok, terus nglepas sepatu dan duduk (bilik warnetnya lesehan semua). saya lihat sepatunya sepatu kulit, kayak-kayaknya bukan cewek biasa nih. Setelah duduk, ia membuka jaket, ternyata dibalik jaketnya ia memakai seragam polisi,
pangkatnya Segitiga Kuning satu biji, ohh Sersan Dua pangkatnya. Ohh.., seorang polwan yang manis pikirku.

“Mas, username ama passwordnya apaan nih??” tanyanya, sambil menoleh ke aku.

“Ehh.., ohh.., bebas kok mbak, langsung aja” kataku jadi sedikit gagap gara-gara terpana plus kaget.

“Okey mas, makasih”

Beberapa menit sambil browsing saya curi-curi lihat ke mbak polwan tadi. Lama-lama kok beberapa kali ketahuan lagi nyuri pandang. Akhirnya saya gak berani lagi ngliat dia. Konsentrasi saya alihkan ke monitor komputerku. Sebab bosan dengan materi kuliah, saya mulai browsing situs-situs hot.

Setengah jam berlalu, tiba-tiba saya kaget ketika mbak tadi sudah disampingku.

“Mas, ajari bikin email dong” katanya…

“ehh…,ehhhh…, ehhh iya” saya panic, sebab monitorku isinya penuh gambar pasangan lagi adegan hot.
“ayo mbak…, saya ajari” saya langsung berdiri dan mengajak mbak polwan tadi ke biliknya (supaya saya gak tengsin & terlalu lama salting didepan komputerku).

Aku mulai ngajari cara mbuat email dari dasar-dasarnya. Sambil lirak-lirik saya baca namanya, sebut saja Priska . Priska tampak antusias mendengar penjelasanku, kemudian mulai mencoba mempraktekkan langkah demi langkah. saya masih grogi, bagaimana tidak, lha wong ia polwan… hiiiii. Tetapi kayaknya ia yang berusaha mencairkan suasana.

“Mas sudah lama kerja diwarnet ya?” tanyanya

“Wah, baru kok mbak. Ini juga buat nambah-nambah biaya kuliah” jawabku sambil berusaha tersenyum, tetapi masih kaku…. Shitt.

“wah, kok lancer banget gitu ya nge-netnya? Ehh, jangan panggil saya mbak dong. Nih, kan namaku udah terpampang jelas gini. Panggil Priska aja ya? Kalo nama mas sapa?”

“Saya Ahmad mbak.., wah nggak berani manggil gitu mbak. Ngak sopan” Jawabku sambil menggerakkan mouse.

“Nggak papa kok, biar akrab. Lagian kayaknya kita seumuran ya. saya dua puluh tiga tahun kok” paparnya blak-blakan, jarang cewek blak-blakan masalah umur.

“Ya deh mbak, eh Priska…, kalo saya baru dua puluh dua tahun mbak, tuaan mbak dikit dong, ngomong-ngomong kok masih pake baju dines. Habis tugas ya?” tanyaku sambil kesempatan buat mandang wajahya yang manis (buehhh…, betul-betul manis nihh)

“Iya habis ikut pengamanan di balaikota, tadi ka ada demo mahasiswi. Jadi Polwannya turun semua.”

“Ohh.., gitu. Lho mbak Priska kok gak pulang kerumah? “ tanyaku lagi

“Nggak, tadi lihat warnet jadi pengin mampir. Sekalian belajar”

“Emang mbak Priska rumahnya dimana?”

“Di perumahan ****, yahh agak jauh sih. “dia menjawab sambil tersenyum manis… wihhh.

“Lho, udah nikah ya mbak? (nanya nya mulai gak konsen gara-gara senyuman tadi)”

“Udah, nikah sih udah satu tahun. Suamiku sipil, kerja di expidisi. Tetapi lagi ruwet nihh…, ia kecantol ama temen kerjanya, ini saya lagi ngurus cerai” katanya sambil sedikit serak.

“Ehm, maaf mbak. Lancang nanya.”

“Gak papa.., kalo mas sendiri?” Lhahh, ia balas nanya

“Belum mbak, pacar aja gak ada. Nanti-nanti lah”

“Ohh, padahal penampilan mendukung lhoh” ia menjawab sambil tersenyum lagi. Matek aku… panas dingin langsung. Apalagi tangannya sambil menyenggol bahuku… beuhhh.

“Ahh, mbak bisa aja. Ehh.., suami mbak terlalu juga ya. Mbak yang secantik ini di khianati…” agak nggombal dikit jawabanku

“Hahaha…, cantik gimana? Biasa aja ah” Sambil tangannya disenggolkan ke bahuku lagi. “Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo pulang kerja saya ndak langsung kerumah. Tetapi jalan kemana dulu gitu”

“Lho, cantik betul lho mbak, manis tinggi langsing lagi…” entah darimana kata-kata ini kudapat, ia terlihat agak tersipu-sipu. Senyumnya makin mengembang.

“Ehmm.., makasih ya. Eh.., ngliat situs-situs yang kayak tadi dimana ya?” tanyanya agak malu-malu

“Ehhh.., yang mana ya mbak?” jawabku pura-pura bego

“Yang tadi itu lho, yang dikomputernya mas.”

“Ohh.., ehh gak papa ya mbak? Ini saya carikan alamatnya” saya mulai mengetik alamat, dan muncul gambar-gambar orang lagi bercinta berat. saya lihat matanya menatap monitor penuh hasrat. “ini tinggal di klik link-link yang ada. Banyak kok nantinya” Sambil saya beranjak pergi, mau kembali ke tempat operator.

“Ehh, kemana mas? Temenin saya dong, siapa tau nanti ada kesulitan lagi.” Sambil tangannya meraih tanganku dan menarikku untuk duduk lagi. “Disini aja ya..” dan saya mengangguk pelan.

Kami berdua mulai browsing situs-situs xxx, seperti lendirporn.com dan lain2… dan saya merasa duduk makin merapat. Mata Priska tak lepas dari monitor, nafasnya terdengar agak memburu (aku juga demikian sihh hehehehe…).

Terasa tubuhku mulai bersentuhan dengannya, hangat dehh. Tangannya ditumpangkan kepahaku, membuat konty ku meluap meronta-ronta (waktu itu saya masih betul-betul perjaka… bayangkeunn), diusap-usap pahaku. saya beranikan memeluk pinggangnya yang ramping dan saya rapatkan tubuhnya ke tubuhku.

“Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak?” tanyanya pelan, agak berbisik. Wajahnya betul-betul rapat dengan wajahku, bikin saya gelagepan.

“Belum mbak, pacar aja gak punya, ciuman juga belum pernah…” jawabku jujur.

“Ehmmm…, kalau gitu…” di berdiri kemudian berjalan kepintu depan. Pintu dikunci oleh dia, kemudian tulisan closed dibalik. Lalu ia kembali ke tempatku duduk, kembali memeluk saya yang sudah betul-betul panas dingin.

“Mau nggak kayak gitu??” setengah berbisik priska nanya didekat telingaku, seluruh badanku jadi merinding. Bibirnya ditempelkan ke telingaku. Anjrriiiiittttt……, saya gak bisa ngomong apa-apa. Tanpa menunggu jawabanku tangannya menarik tangan kiriku, ditempelkan ke payudaranya.

Gak terlalu besar sih, tanganku dibimbing untuk membuat gerakan mengusap dan meremas. Setelah saya bisa gerak sendiri, tanganku dilepaskan. Kemudian tangan kanan Priska menelusup kedalam kaosku, meremas dan memilin-milin putingku. Badanku kayak kejang semua jadinya.

“Mas, mau kan sama Priska? Satu malam ini saya milikmu… masss” suaranya mendesah ditelingaku. Mulutnya memagut bibirku, lidahnya liar masuk kemulutku. Sementara saya mendesah-ndesah keenakan (pengalaman pertama …) tanganku semakin aktif meremas payudaranya.

Tangan Priska kemudian membuka beberapa kancing baju dinasnya, ehhh… ternyata masih ada kaos dalam. Kaos dalam ia sibakkan ke atas, kemudian BH juga ia sibakkan ke atas. Tanganku ditarik lagi buat meremas-remas payudaranya, saya mulai bersemangat.

Tangan Priska menelusup ke celanaku, ****** yang udah bengkak diremas-remas…, ahhhhhh. Ubun-ubun kayak mau meledak. Sementara Priska terus memagut seisi mulut dan lidahku. Perlahan kaosku dinaikkan keatas, bibir Priska kemudian pindah menjelajahi dadaku.

Lidahnya menjilati putingku…. Huuuuuhhhhh, sambil sesekali terasa gigitan-gigitan kecil yang sering bikin saya kaget. Terasa seluruh dadaku disapu lidahnya.., rasanya nyaman-nyaman gimana gitu, lidahnya mulai turun menjilati pusarku. Karuan aja saya mengelinjang kesana-kemari.

Perlahan tangannya membuka risluting celanaku, diturunkan sebatas lutut. Didalam cd, ****** ini mulai terasa berdesir-desir, sementara Priska dengan buas menciumi batang kejantananku. Tak lama kemudian, cd ku dilorotkan sebatas lutut juga.

“Mas, kontolnya lumayan besar ya.. emmm” sambil tangannya mengelus dan meremas-remas batangku.

“Uhhhh…, emang besar ya mbakkk???” tanyaku sambil merem melek

“Nggak terlalu besar sih, tetapi pas segini nih…”

Priska menjawab sambil tangannya mulai mengocok batangku. “Massss…., kontolnya saya emut yaa??”

“Iya mbak….” saya udah gak konsen, Priska lalu mulai mengulum kepala dan batang kontolku pelan-pelan. Lembut banget, tangan kananku dengan gemas meremas-remas rambutnya yang pendek, rapi dan hemmmm…., sangat wangi. Dan tangan kiriki meremas payudara dibalik baju dinasnya…, kenyal banget.

Semakin lama kulumannya semakin cepat, saya semakin menggelinjang dan kelojotan.

“Ohhhh…, Wii.., Priskaii.., sudahhhh…, sudahhh, saya nggak tahannnnn” saya menceracau sejadi-jadinya. Baru pertama kali diemut, sama cewk manis lagi…. Wahhhh betul juga, pangkal batangku mulai terasa senut-senut.

“Priskaii.., ohhh gak tahan mbakkk…” senut-senutnya semakin kencang dan akhirnya terasa ada sesuatu menggelegak… crottt.., crottt. Pejuhku keluar didalam mulut Priska. Tapi….., aduhhhh Priska nggak melepas batang kontolku, tetap dikulum-kulum dan disedot. Terasa bukan nikmat yang sekarang, tetetapi jadi geli gak tertahan.

“sudah mbakkk…, geli aku..” sambil tanganku berusaha melepas kepala Priska dari kontolku. Tak berapa lama ia melepas mulutnya dari kontolku…, uhhhhhh. Seluruh badan lemas serasa tak bertulang. Priska tersenyum melihatku, kulihat mulutnya sedikit mengecap-ngecap.

“Ehhh mbak, pejuhku mbak telan ya??” tanyaku

“Iya, nggak papa kok. Sehat tuh, rasanya emang agak asin sihh. Lagian daripada nyemprot kemana-mana, bisa kena macem-macem tuhh….”

Priska menjawab sambil tersenyum genit. Tangannya mulai bergerilya lagi mengejar batang kontolku yang sudah mulai mengkerut. Dipegang dan mulai dielus lagi…, saya masih menggelinjang geli…, tetapi lama-lama mulai terasa hangat dan nikmat lagi. Mulutnya kembali memagut mulutku, kami berciuman dengan ganas. saya mulai bisa mengimbangi permainannya.

“Mas, setelah ini giliranku yang dikasih kenikmatan ya?” sambil nafasnya mulai tersengal-sengal.

“Ya mbak, saya puasin mbak dehh” tanganku dibimbing untuk ikut melepas celana dinas coklat miliknya. saya plorotkan hingga sebatas lutut.

Tampak celana dalam warna hitam yang menutupi gundukan. Nggak sabar sekalian saya plorotin celana dalamnya. Terlihat jembut tebal menghiasi gundukan daging. Tanganku mulai mengusap dan berusaha menyibak jembutnya, mencari sesuatu seperti yang ada di situs-situs porno.

Dengan lembut tangan Priska membimbing tanganku, dan mengarahkan mulutku kea rah memeknya. Cuma sebab celana Cuma dilorot sebatas lutut, maka agak sulit untuk sampai ke memeknya. Akhirnya lidahku dapat menjangkau memeknya, kujilat dikit-dikit dan terasa agak basah (hihihi…, agak bau keringat ya.., nggak papa). Priska mulai mendesah lirih, saya tambah ritmenya.

“Masss…, ayo masukin aja ya…, udah nggak tahan nih..” Priska bersuara lirih.

“Ya mbak” saya kembali berdiri dan bersiap dengan kontolku. Tetapi saya kebingungan, dengan posisi celanaku yang sebatas lutut dan Priska yang juga sama kami berdua keliatannya sama-sama bingung.

“Mbak…, masukinnya gimana nih??”

“Ehh.., iya ya mas…., gimana kalau dari belakang saja? saya agak nungging ya…”

“Ya deh.., terserah mbak. saya masih bingung nih..” Lalu Priska berbalik dan posisi merangkak, kedua pahanya direnggangkan sehingga memeknya sedikit tampak membuka.

“Sini mas, masukkan…, tusuk ke yang sini yaa…” tangannya menjangkau dan memegang batangku, ditarik pelan-pelan kearah lubang memeknya yang agak basah. Sebentar kemudian, kepala kontolku digesek-gesekkan ke memeknya, nikmat sekali…

Aku mulai sedikit mendorong batang kontolku kelubang memeknya. Pelan-pelan, batangnya mulai ambles kedalam memek. Tanganku mulai meremas-remas pantat Priska…. (gila, bulat banget nih pantat polwan, kenceng banget lagi.

Banyak olahraga kali ya?). Terkadang tanganku menyusup kedalam baju dinasnya dan meremas-remas payudaranya serta memilin putting susunya. Priska mendesah-ndesah keenakan.

“Gimana masss??? Enakkk?… terus mas maju mundur aja….”

“Ya mbak, enak. Mbak seksi banget yahh, udah langsing pantatnya montok lagi” pujiku jujur

“Ahhh mas, bisa aja. Kontol mas juga enak kok…, kuat banget, padahal baru keluar habis-habisan lho tadi…” godanya genit. “gimana mas perasaannya nggoyang polwan??”

“Ehhh…, agak deg-degan juga…”sambil pinggulku memaju mundurkan batang didalam memeknya. Sambil mataku lihat jam dinding, 22.30. tanganku semakin familiar dengan lekuk-lekuk tubuh Priska. Pundak Priska kemudian merendah, pantatnya sekarang benar-benar nungging, nafasnya mulai memburu tak teratur.

“Ahhhh… mass…, enakkkkk, terusss” badannya mengeliat-geliat, sesekali tampak pantat bulatnya mengejang. “ohhhh…. Ohhhhh….., ahhhhhhhh” Tampak seluruh badan Priska mengejang beberapa ketika dan kemudian mengendur pelan-pelan.

“Aku dah orgasme mass…., ayo mas terus aja sampe keluar” matanya sayu tetapi mengerling manja ke arahku. “Mau ganti gaya ya mas?? Spooning aja ya? Mas pasti tau dehh… yukk”

“Ya mbak” saya pelan-pelan rebah bersama Priska. Posisi spooning sekarang, saya peluk Priska dari belakang sambil sku sodokkan kontolku berulang-ulang dan sekuat tenaga.

“ahh…, ahhh…, ahhh” Priska menjerit pelan, saya terus memompa

“Ahhhh mbakkk…, akuu keluarrrrr…” tubuhku mengejang dan crott…crottt. Pejuhku keluar untuk kedua kalinya… Pelukanku ke Priska bagai mencengkeram sampai Priska sepertinya sulit bernafas.

“masss…., puas ya” ucapnya lembut dan manja…, saya hanya mengangguk sambil tersenyum. saya melirik jam dinding.., sudah jam 23.15.

“Ada apa sih mas, kok lihat jam??? Nggak suka ya?” Priska merengut

“nggak mbak.., tetapi udah hamper jam setengah dua belas, temenku yang aplusan jaga bentar lagi dating” jelasku

“Ohhh… kirain..” senyumnya manja kemudian kepalanya menoleh ke wajahku dan mulai memagut mulutku lagi. “ya udah…, kita beres-beres dulu yuk”

Aku melepas batangku yang mulai lemas dari memeknya, kuambil tisu untuk menahan dan membersihkan cairan disekitar memeknya.

“Makasih ya mas” sambil ia merapikan kembali seragam polwannya. Merapikn lagi rambutnya yang pendek…, saya suka sekali melihatnya.

“Mbak cantik banget dehhh”

“ahhh mass…., makasih juga. Sama-sama, saya juga sangat menikmati ini kok. Kalau bisa lain kali kita ketemuan lagi…, saya percaya kamu kok” balasnya masih dengan nada manja.

“Ehh…, boleh minta nomer hp ya mas…, supaya bisa ketemuan lagi”

“Tentu mbak, mbak baik banget. Perjakaku diambil mbak lhooo…..” saya sedikit tersipu.

“Ohhh…, maaf ya. Habis saya pngen banget sihhhh… semoga kamu suka dan nggak kapok” setelah rapi, ia memakai sepatu dan mau membayar internet.

“ndak usah mbak.., ini bayarannya sudah sangat berlebih kok” jawabku

“Ahhh… yaudah. Makasih ya ..” Setelah tukar menukar nomer hp, Priska membuka pintu dan menyempatkan kissbye yang saya bales dengan lebih mesra.

Dan sejak itu kadang-kadang saya ketemuan dengan Priska diberbagai tempat.Beberapa minggu setelah itu Priska bercerai dengan suaminya. Tahun itu priska udah punya suami baru, seorang perwira polisi. saya ndak berani ketemuan lagi, dan Priska kayaknya sekarang betul-betul sayang sama suaminya. saya turut bersyukur saja.

About admin

Check Also

Cerita Sex Hangat dan Becek Memek Asdos

Perkenalkan namaku rizal aku mengambil jurusan manajemen yang mana tak aku kira rupannya sulitnya bukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *