Home / Cerita Sex Orgasme / Cerita Sex Diintip Saat Asyk Orgasme

Cerita Sex Diintip Saat Asyk Orgasme

Mumpung hari ini free saya yang biasanya bangun pagi pagi, sekarang bisa bangun siang, malam tadi juga begadang karena banyak sekali DM yang masuk ingin berkenalan dan satu persatu semua saya balas tapi ada salah satu DM yang membuat saya penasaran, pengirim DM ini beda dari yang lain karena juga tak banyak koment dan dengan syarat yang sudah saya tentukan dia mengirimkannya.

Jujur saja saya sangat penasaran dengan dia semoga sesuai yang saya harapkan dan pada DM terkahir dia malah menanyakan hal yang lucu bertanya bagaiman cara menyembuhkan ikan yang perutnya membesar .

Kembali ke ceritaku, pagi ini terbukti keadaan rumahku kosong, kedua orang tua & adikku entah pergi kemana. Hal ini biasa terjadi, mereka tak mau mengganggu tidurku & pergi mengunci rumah dari luar. Kami di rumah memang masing-masing mempunyai kunci rumah sendiri-sendiri.

Sesudah membaca koran pagi sambil minum secangkir kopi, saya teruskan membaca koran di toilet kamar mandiku. Saya bermaksud buang hajat (Maaf! Saya berusaha menyampaikan apa yang kualami dengan apa adanya) sambil membaca koran. Pintu kamarku sengaja kubiarkan terbuka begitu saja, toh tak ada orang lain di rumahku.

Kulepas kembali singlet yang baru kukenakan tadi sebelum keluar dari kamar, kulempar begitu saja, demikian pula dengan celana pendek longgar yang agak lebar di bagian bawahnya yang kupakai ketika tidur. Sekarang saya telah telanjang bulat tanpa sehelai bahkan benang yang menutupi tubuhku.

Sejak kecil saya memang tak suka & tak pernah menggunakan BH sesampai sampai ketika ini di usisaya yang ke 28 saya tetap tak mempunyai satu bahkan BH untuk menutupi buah dada saya yang sintal & ranum ini.

Saya terbiasa tidur bertelanjang dada & seringkali bugil sambil menggunakan selimut tipis saja. Jika semalam saya tidur cuma mengenakan celana pendek yang bentuknya seperti yang kuceritakan tadi, selain bentuknya yang mini, bahannya terbuat dari kain sutera tipis tembus pandang dengan karet elastis yang melingkar di pinggangku,

Sesampai bayangan bulu kemaluanku jelas bisa terlihat dari luar, sebab di dalamnya saya telah tanpa menggunakan apa-apa lagi untuk menutupi auratku, toh semua model CD-ku juga sexy & mini sekali sesampai tak ada fungsinya ketika kupakai tidur, jadi sekalian saja tak kupakai.

Selesai hajatku, kuletakkan koran yang kubaca tadi & saya bahkan mandi. Keadaan kamar mandi dalam kamarku bahkan kubiarkan tetap terbuka sejak tadi sampai jika dari arah ruang tamu ada orang melongok kamarku yang pintunya terbuka pasti bisa melihat tubuh montokku di kamar mandi yang sedang mandi ketika ini, namun saya tak khawatir sebab rumahku ketika ini sedang kosong & pintu depan dalam keadaan terkunci sampai saya tak perlu khawatir ada orang yang tiba-tiba nyelonong masuk.

Kubasahi semua tubuhku di bawah shower kamar mandiku, rambutku bahkan kubasahi sebab saya memang berharap keramas. Selesai keramas, kusabuni tubuhku dengan sabun cair, kugosok rata semua bagian tubuhku yang ramping & sexy ini (Bukan GR lho! Sebab memang demikianlah diriku).

Tinggiku yang 170 centimeter termasuk cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita, buah dada saya tak terlalu besar, ukurannya normal sedang-sedang saja, bentuknya padat, puting susuku & sekitarnya masih tampak ranum berwarna sedikit merah muda kecoklatan.

Pantatku sintal & berisi, bagian depannya di bawah pusarku ditumbuhi bulu-bulu kemaluan yang halus, tumbuhnya rata rapi & tak terlalu panjang sebab menempel di bawah pusarku menyeruak ke atas. Bulu-bulu kemaluanku cuma tumbuh di bagian atas kemaluanku, di sekitar memek saya tetap bersih & mulus.

Kuusap & kugosok dengan sabun cair tadi dengan rata, kujongkokkan sedikit tubuhku & kuangkat sebelah kakiku bergantian & kukangkangkan di atas bibir bathtub supaya memudahkan tanganku menggosok & membersihkan lipatan selangkanganku.

Tanganku yang satu lagi menggosok tubuhku bagian lain, kuelus-elus buah dada saya dengan lembut sampai terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang & hasratku jadi memuncak, rasanya saya berharap berlama-lama menyabuni tubuhku, mata saya yang lentik bahkan mulai sayu merem melek merasakan nikmatnya usapan tanganku sendiri sampai tanpa kusadari jariku kumasukkan ke dalam bibirku. Kuhisap telunjukku & kukulum dengan mulutku yang mungil & berbibir tipis, ada rasa sabun di lidahku sampai segera kuturunkan lagi jari-jariku ke bagian buah dadaku.

Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi saya telah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan menggunakan ibu jari & jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya, terlebih ketika tanganku yang satu lagi tetap mengelus-elus selangkanganku.

Ketika jari-jariku mengenai bibir-bibir memekku, saya bahkan merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.

Saya telah horny sekali, liang memek saya telah dibanjiri oleh lendir yang keluar dari dalam rahimku. Bisa kurasakan ada cairan lain di bibir memekku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan & kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri sampai saya bahkan tak kuasa membendung gejolak & hasratku yang semakin menggebu.

Badanku meliuk bagaikan penari erotis yang biasa kulihat di BF, kedua kakiku bahkan tak kuasa lagi menopang tubuhku. Saya langsung terduduk di bagian atas bathtub, kukangkangkan pahsaya dengan meletakkan kedua telapak kakiku di samping kiri & kanan bibir bathtub.

Jari tengah & telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir memek saya sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah & telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku, sekujur tubuhku masih dipenuhi oleh sabun cair yang sekarang telah mulai berbaur dengan keringat dinginku yang mulai mengalir keluar, udara AC yang masuk dari kamar tidurku seakan tak mampu menembus ke kamar mandiku.

Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan memekku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Mulanya memang sedikit agak sulit masuk namun sebab saya memang telah benar-benar horny sesampai liang memek saya juga telah benar-benar basah oleh lendir yang licin sampai selanjutnya jari-jariku dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang memekku. Sekarang jari tangan kiriku telah tak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi sampai kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.

Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang memekku. Jari-jariku menyentuh & menggesek-gesek dinding memek saya bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh benjolan sebesar ibu jari yang ada & tumbuh di dalam liang memek saya & menghadap keluar.

Kuangkat sedikit benjolan tadi dari bawah dengan jariku & kugesekkan bagian bawahnya, punggung & kepalsaya jadi tersandar di dinding kamar mandi, seakan hendak pingsan rasanya.

Saya telah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks ketika ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda saya akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam memek saya bahkan makin kupercepat pula.

Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, pantatku bergetar hebat, kurasakan kedutan bibir memek saya yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku.

Bersamaan dengan itu saya merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding memekku. Saya serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan cinta saya yang mengalir deras.

Sesudah diam sebentar meresapi apa yang baru saja terjadi, saya meneruskan mandi. Kubilas tubuhku dengan air melalui shower, di selangkanganku masih terasa cairan cinta saya merembes keluar dari dalam liang memekku, mengalir turun melewati kedua belah pahaku.

Selesai mandi, kukeringkan badanku dengan handuk & kukenakan kimono tipis bermotif kembang-kembang. Bentuk kimonoku ini cukup pendek ukurannya. Ujung bawahnya kurang lebih cuma sejengkal saja dari pangkal pahaku, jika saya membungkuk pasti belahan pantatku akan tersembul keluar.

Demikian pula jika saya duduk ketika mengenakan kimono ini pasti onggokan daging di pangkal pahsaya juga akan mudah terlihat, sebab memang kimono yang kukenakan ini bukan untuk digunakan di luar, fungsinya cuma bisa digunakan di kamar sesudah selesai mandi supaya tak kedinginan saja.

Saya keluar menuju lemari es mengambil air dingin. Saya merasakan haus sekali sesudah melakukan aktifitas tadi. Selesai minum tiba-tiba ada orang yang menekan bel. Kulongok keluar terbukti ada satpam yang mengantar tagihan iuran RT.

“Sebentar ya Pak”, seruku.

Kuambil uang di dompetku & saya keluar menuju pintu pagar. Sambil kusodorkan uang, kuterima bukti pembayaran yang kuterima dari satpam tadi. Waktunya cuma sebentar saja namun cukup membuat satpam tadi terbengong-bengong heran menatap penampilanku.

Rupanya tanpa kusadari, saya tadi keluar mengenakan kimono mini tadi. Bahan kainnya tipis sesampai ketika kupakai menempel dengan ketat di kulitku yang memang belum kering betul ketika kuhanduki tadi, apa lagi bagian depannya cuma ditutupkan begitu saja & diikat dengan ikat pinggang tali yang terbuat dari bahan kain yang sama, & ikatanku tadi juga asal-asalan saja sesampai bagian dada saya terbelah agak lebar, sesampai dari samping tepian buah dada saya yang putih mulus bisa terlihat dengan jelas semetode hampir keseluruhan, cuma puting susuku saja yang tertutup.

Bagian bawahku rupanya juga tak tertutup dengan rapi, selain ukurannya telah pendek ke atas (mini), belahannya juga tidah rapat, kecuali di bagian yang terjepit oleh ikat pinggang kain tadi, sesampai rupanya ketika saya berjalan melangkah keluar tadi belahan kimonoku bagian bawah tersingkap bergantian di kedua sisinya mengikuti irama langkahku.

Berarti bagian ujung pangkal paha saya yang ditumbuhi bulu-bulu kemaluanku bisa terlihat dengan jelas oleh satpam tadi, pantas saja matanya melotot & ia sempat terbengong-bengong ketika melihatku keluar tadi. Persetan deh, pikirku, telah telanjur mau apa lagi, ya mungkin itu rejeki satpam itu tadi.

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *