Home / Cerita Sex perkosaan / Cerita Sex Berpura Pura Menolak di Perkosa

Cerita Sex Berpura Pura Menolak di Perkosa

Dalam kasus ini aku mendapat pengalaman saat di perkosa dengan selain suamiku, perkenalkan namaku Cindy dengna badan yang tidak tinggi tapi aku mempunyai ukuran toket yang besar dari perawakanku dengan pantat yang seksi, cerita sex nyataku ini terjadi saat aku berusia 23 tahun dan sat itu aku sudah menikah muda dengna suamiku soalnya bang Zen suamiku tersebut sudah berumur 30an tahun dari situ aku di jodohkan dengan orang tuaku.

Walaupun kami dijodohkan kami satu sama lain menyayangi dan mencintai karena aku lahir dari keluarga yang taat dalam agama, setelah menginjak pernikahan satu tahun suamiku di suruh untuk bertugas di luar daerah, jadinya aku ikut suamiku untuk pindah tempat soalnya sudah di sediakan fasilitas rumah berserta isinya, di blok tempat aku tinggal, baru ada rumah kami dan sebuah rumah lagi yang dihuni, itu pun cukup jauh letaknya dari rumah kami.

Sebab rumah kami masih sangat asli kami belum mempunyai dapur, sehingga jika kami mau memasak aku harus memasak di halaman belakang yang terbuka, ciri khas rumah sederhana. Alhasil suami memutuskan untuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yang tersisa, kebetulan ada seorang tukang bangunan yang menawarkan jasanya.

Sebab kami tak merasa mempunyai barang berharga, kami mempercayai mereka mengerjakan dapur tersebut tanpa harus kami tunggui, suami tetap berangkat ke kantor sedangkan aku tetap kuliah.

Hingga suatu hari, aku sedang libur dan suami aku tetap ke kantor. Pagi itu sesudah mengantar Bang Zen hingga ke depan gerbang, aku pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan aku sedikit tak enak di rumah sendirian sebab lingkungan kami yang sepi.

Hingga dikala beberapa saat kemudian Om Goni dan dua orang temannya datang untuk meneruskan kerjanya. Dia tampak cukup terkejut melihat aku ada di rumah, sebab aku tak bilang sebelumnya bahwa aku libur.

“Eh, kok Buk Cindy nggak berangkat kuliah..?”

“Iya nih Om Goni, lagi libur..” jawab aku sambil membukakan pintu rumah.

“Kalo gitu aku mau nerusin kerja di belakang buk..” katanya.

“Oh, silahkan..!” kata aku.

Tak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan aku mengambil sebuah majalah untuk membaca di kamar tidur aku. Namun dikala baru saja aku mau menuju tempat tidur, aku lihat melalui jendela kamar Om Goni sedang mengganti pakaiannya dengan pakaian kotor yang biasa dikenakan saat bekerja.

Dan alangkah terkejutnya aku menyaksikan bagaimana Om Goni tak menggunakan pakaian dalam. Sehingga aku dapat melihat dengan jelas otot tubuhnya yang bagus dan yang paling penting penisnya yang sangat besar jika dibandingkan milik suami aku.

Aku sedikala terkesima hingga tak sadar kalau Om Goni juga memandang aku. “Eh, ada apa buk..?” katanya sambil menatap ke arah aku yang masih dalam keadaan telanjang dan aku lihat penis itu mengacung ke atas sehing terlihat lebih besar lagi.

Aku terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sambil nafas jadi terengah-engah. Sedikala diri aku diliputi perasaan aneh, belum pernah aku melihat laki-laki telanjang sebelumnya selain suami, bahkan jika sedang berhubungan sex dengan suami aku, suami masih menutupi tubuh kami dengan selimut, sehingga tak terlihat seluruhnya tubuh kami.

Aku mencoba mengalihkan perasaan aku dengan membaca, tapi tetap saja tak dapat hilang. Alhasil aku putuskan untuk mandi dengan air dingin. Cepat-cepat aku masuk ke kamar mandi dan mandi. Sesudah selesai, aku baru sadar aku tak membawa handuk sebab tadi terburu-buru, sedangkan pakaian yang aku kenakan sudah aku basahi dan penuh sabun sebab aku rendam.

Aku bingung, namun alhasil aku putuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan para kuli bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Aku yakin mereka tak akan melihat, dan aku pun mulai berlari ke arah kamar aku yang pintunya terbuka.

Namun baru aku akan masuk ke kamar, tubuh aku menabrak sesuatu hingga terjatuh. Dan alangkah terkejutnya, ternyata yang aku tabrak itu adalah Om Goni.

“Maaf Buk.., tadi aku cari Buk Cindy tapi Buk Cindy nggak ada di kamar. Baru aku mau keluar, eh Buk cindy nabrak aku..” katanya dengan santai seolah tak melihat kalau aku sedang telanjang bulat.

Aku begitu malu berusah bangkit sambil mentupi dada dan bagian bawah aku.

Namun Om Goni segera menangkap tangan aku dan berkata, “Nggak usah malu buk.., tadi Buk juga udah ngeliat punya aku, aku nggak malu kok..”

“Jangan Pak..!” kata aku, namun Om Goni malah mengangkat aku ke arah halaman belakang menuju dua orang temannya. Aku berusaha memberontak dan berteriak, tapi Om Goni dengan santainya malah berkata,

“Tenang aja Buk.., di sini sepi. Suara teriakan Buk nggak bakal ada yang denger..” Melihat tubuh telanjang aku, kedua teman Om Goni segera bersorak kegirangan.

“Wah, bagus betul ni tetek..” kata yang satu sambil membetot dan meremas toket aku sekeras-kerasnya.

”Tolong jangan perkosa aku, aku nggak bakalan lapor siapa-siapa…” kata aku.

“Tenang aja deh kamu nikmati aja…” kata teman Om Goni yang badannya sedikit gendut sambil tangannya meraba bulu kemaluan aku, sedang Om Goni masih memegang kedua tangan aku dengan kencang.

Tak berapa lama kemudian aku lihat ketiganya mulai melepas pakaian mereka. Aku melihat tubuh-tubuh mereka yang mengkilat sebab keringat dan penis mereka yang mengacung sebab nafsunya. Dengan cepat mereka membaringkan tubuh aku di atas pasir. Kemudian Om Goni mulai menjilati kemaluan aku.

“Wah.., vaginanya wangi loh..” katanya.

Aku segera berontak, namun kedua teman Om Goni segera memegangi kedua tangan dan kaki aku. Yang botak memegang kaki, sedangkan yang gendut memegang kedua tangan aku sambil menghisap puting susu aku.

Tak berapa lama kemudian Om Goni mulai mengarahkan penisnya yang besar ke lubang vagina aku. Dan ternyata, yang tak aku duga sebelumnya, rasanya ternyata sangat nikmat. Benar-benar berbeda dengan suami aku.

Namun sebab malu, aku terus berontak hingga Om Goni mulai mengoyangkan penisnya dengan gerakan yang kasar, tapi entah kenapa aku justru merasa kenikmatan yang luar biasa, sehingga tanpa sadar aku berhenti berontak dan mulai mengikuti irama goyangnya.

Melihat itu kedua teman Om Goni tertawa dan mengendurkan pegangannya. Mendengar tawa mereka, aku sadar namun mau memberontak lagi aku merasa tanggung, sehingga yang terjadi adalah aku terlihat seperti sedang berpura-pura mau berontak namun walau dilepaskan aku tetap tak berusaha melepaskan diri dari om goni.

Tak lama kemudian Om Goni membalikkan tubuh aku dalam posisi doggie tanpa melepaskan miliknya dari kemaluan aku. Melihat itu, tanpa dikomando si gendut langsung memasukkan penisnya ke mulut aku.

Aku berusaha berontak, namun si gendut menjambak aku dengan keras, sehingga aku menurutinya. Aku benar-benar mengalami sensasi yang luar biasa, sehingga beberapa saat kemudian aku mengalami orgasme yang luar biasa yang belum pernah aku alami sebelumnya.

Tubuh aku menjadi lemas dan jatuh tertelungkup. Namun tampaknya Om Goni belum selesai, sehingga genjotannya dipercepat hingga kemudian dia mencapai kelimaks dan memuntahkan pejuhnya ke dalam rahim aku.

Begitu Om Goni mencabutnya, si botak langsung memasukkan kemaluannya ke dalam milik aku tanpa memberi waktu untuk istirahat.

Tak lama kemudian si gendut mencapai kelimaks, dia menekan kemaluannya ke dalam mulut aku dan tanpa aba- aba, langsung menembakkan pejuhnya ke dalam mulut aku. Banyak sekali pejuhnya yang aku rasakan di mulut aku, namun dikala aku hendak membuang pejuh itu, Om Goni yang aku lihat sedang duduk beristirahat berkata.

“Jangan dibuang dulu, cepet kamu kumur-kumur mani itu yang lama… pasti nikmat… ha.. ha.. ha..”
Dan seperti seekor kerbau yang bodoh, aku menurutinya berkumur dengan seperma itu. Sementara si botak terus mengocok penisnya di dalam kemaluan aku, aku melihat Om Goni masuk ke dalam rumah aku dan keluar kembali dengan membawa sebuah terong besar yang aku beli tadi pagi untuk aku masak serta sebuah kalung mutiara imitasi milik aku.

Tak berapa lama kemudian si botak mencapai kelimaks dan aku pun terjatuh lemas di atas pasir tersebut. Melihat temannya sudah selesai, Om Gonimenghampiri aku sambil memaksa aku kembali ke posisi merangkak.

“Sambil menunggu tenaga kita kembali pulih, mari kita lihat hiburan ini..” katanya sambil memasukkan terong ungu yang sangat besar itu ke dalam vagina aku. Tentu saja aku terkejut dan berusaha memberontak, tapi kedua temannya segera memegangi aku.

Dan tak lama kemudian, “Bless..!” terong itu masuk 3/4-nya ke dalam vagina aku. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa, sehingga aku menggoyang-goyangkan pantat aku ke kiri dan kanan. “Lihat anjing ini.. ekornya aneh.. ha… ha… ha…” kata si tukang bangunan.

“Sekarang kamu merangkak keliling halaman belakang ini, ayo cepat..!” kata si tukang bangunan. Dengan perlahan aku merangkak, dan ternyata rasanya benar-benar nikmat.

Sebab rasa geli-geli nikmat itu, sedikit-sedikit aku berhenti, tapi setiap aku berhenti dengan segera mereka mencambuk pantat aku. Tak berapa lama aku mencapai kelimaks, melihat itu mereka tertawa. Om Goni kemudian menghampiri aku, lalu mulai memasukkan kalung mutiara imitasi yang sebesar kelereng tadi satu persatu ke dalam lubang anus aku.

Aku kembali menjerit, tapi dengan tenang dia berkata, “Tahan dikit ya.., nanti enak kok..!” Hingga akhirnya, kemudian kalung itu tinggal seperempatnya yang terlihat, lalu sambil menggenggam sisa kalung tersebut dia berkata.

“Sekarang kamu maju pelan-pelan..” Dan dikala aku bergerak, kembali kalung itu tercabut pelan-pelan dari anus aku hingga habis. Begitulah mereka mempermainkan aku hingga kemudian mereka siap memperkosa aku lagi berulang-ulang hingga sore hari, dan anehnya setiap mereka kelimaks aku pun turut orgasme dengan arti aku menikmati diperkosa.

Malam harinya dikala suami aku pulang, aku sama sekali tak melaporkan kejadian tersebut kepadanya, ga tau entah kenapa!mungkin saking nikmatnya ngentot bareng 3 buruh bangunan sehingga pemerkosaan tersebut terus terjadi berulang-ulang setiap aku sedang tak kuliah.

Dan setiap memperkosa, buruh bangunan ini selalu menyelingi dengan mengerjai aku dengan cara yang aneh-aneh, dan itu berlangsung hingga dapur aku selesai dibangun! Sunguh nikmatnya diperkosa buruh bangunan lho tubuh mereka kekar dan tenaga mereka sangat kuat dalam melakukan hubungan sex. Demikianlah cerita sex nyataku yang mana aku berpura pura menolak untuk di perkosa padahal aku juga ingin merasakan ukuran jumbo penis tukang bangunan pak goni.

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *